Wisata Solo vs Semarang: Mana yang Lebih Ramah Kantong di Tahun 2026?
Menjelang tahun 2026, tren perjalanan domestik di Jawa Tengah diprediksi akan semakin meningkat, terutama di dua kota besar yang menjadi pusat kebudayaan dan sejarah, yaitu Solo dan Semarang. Bagi para pelancong yang memiliki anggaran terbatas, pertanyaan mengenai kota mana yang lebih terjangkau seringkali muncul ke permukaan. Solo, dengan julukan “The Spirit of Java“, menawarkan nuansa tradisional yang kental, sementara Semarang hadir sebagai kota metropolitan pesisir dengan perpaduan budaya kolonial dan peranakan. Melakukan perbandingan mendalam terhadap pengeluaran harian di kedua kota ini sangat penting bagi Anda yang merencanakan agenda wisata Solo atau Semarang agar tetap dapat menikmati liburan yang berkualitas tanpa harus menguras tabungan.
Jika kita melihat dari sektor akomodasi, Solo memiliki keunggulan dalam hal variasi penginapan kelas menengah dan homestay yang dikelola oleh warga lokal. Di berbagai sudut kota, Anda bisa menemukan penginapan bergaya Jawa yang bersih dan nyaman dengan harga yang sangat kompetitif. Biaya menginap untuk agenda wisata Solo cenderung lebih stabil karena persaingan antar pengelola penginapan di wilayah perkampungan wisata seperti Laweyan dan Kauman yang cukup sehat. Sementara itu, Semarang sebagai pusat pemerintahan dan bisnis memiliki banyak hotel berbahan gedung tinggi yang tarifnya sangat fluktuatif mengikuti jadwal kegiatan korporat dan pemerintahan. Bagi backpacker, mencari penginapan di bawah 200 ribu rupiah jauh lebih mudah ditemukan di Solo dibandingkan di area strategis Semarang seperti Simpang Lima.
Sektor kuliner juga menjadi faktor penentu utama dalam anggaran liburan. Solo dikenal sebagai surga kuliner murah yang tidak ada tandingannya di Pulau Jawa. Anda bisa menikmati seporsi nasi liwet atau selat Solo di warung tenda pinggir jalan dengan harga yang sangat ramah di kantong. Dalam agenda wisata Solo, pengeluaran untuk makan harian seringkali menjadi komponen paling hemat karena banyaknya pilihan makanan enak dengan porsi yang pas. Di sisi lain, Semarang memiliki kuliner ikonik seperti lumpia dan bandeng presto yang harganya mulai merangkak naik sebagai barang oleh-oleh premium. Meskipun Semarang memiliki kawasan kuliner malam di Semawis, secara rata-rata harga makanan per porsi di kedai-kedai Semarang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan standar harga di warung-warung makan di Kota Solo.
