Penulis: admin

Soimah: Profil Singkat Penyanyi Terkenal Asal Jawa Tengah yang Mendunia

Soimah: Profil Singkat Penyanyi Terkenal Asal Jawa Tengah yang Mendunia

Industri musik Indonesia telah melahirkan banyak talenta berbakat dari berbagai daerah. Salah satunya adalah Soimah Pancawati, seorang penyanyi terkenal yang berasal dari Jawa Tengah dan kini telah dikenal luas di seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Dengan ciri khas suara yang kuat, gaya panggung yang enerjik, dan kepiawaiannya dalam berbagai genre musik tradisional maupun modern, Soimah telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu penyanyi terkenal yang paling dihormati dan dicintai.

Lahir di Pati, Jawa Tengah, pada tanggal 29 September 1980, Soimah tumbuh dalam lingkungan seni tradisional. Bakat menyanyinya mulai terlihat sejak usia dini, dan ia aktif dalam berbagai kegiatan seni di kampung halamannya. Sebelum menjadi penyanyi terkenal di tingkat nasional, Soimah telah malang melintang di berbagai panggung pertunjukan tradisional, khususnya seni campursari dan sinden. Pengalaman inilah yang kemudian membentuk karakter vokal dan performanya yang unik.

Nama Soimah mulai dikenal secara luas setelah ia tampil dalam berbagai program televisi nasional. Keberhasilannya membawakan lagu-lagu tradisional dengan aransemen modern, serta kemampuannya berinteraksi dengan penonton secara spontan dan menghibur, menjadikannya daya tarik tersendiri. Tidak hanya piawai dalam menyanyikan lagu daerah Jawa, Soimah juga mampu membawakan genre musik lain seperti pop, dangdut, dan keroncong dengan kualitas yang sama baiknya.

Salah satu momen penting dalam karier penyanyi terkenal ini adalah ketika ia didapuk menjadi juri dalam ajang pencarian bakat menyanyi di salah satu stasiun televisi swasta. Kehadirannya sebagai juri tidak hanya memberikan penilaian dari segi teknis vokal, tetapi juga memberikan warna tersendiri dengan komentar-komentarnya yang ceplas-ceplos dan menghibur. Hal ini semakin mendekatkan Soimah dengan masyarakat luas dan memperkuat posisinya sebagai penyanyi terkenal yang memiliki kepribadian yang kuat.

Menurut catatan dari Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) per tanggal 15 April 2024, album-album dan single yang dinyanyikan oleh Soimah telah terjual dalam jumlah yang signifikan, menunjukkan popularitas dan apresiasi masyarakat terhadap karya-karyanya. Selain aktif di dunia tarik suara, Soimah juga merambah dunia seni peran dan presenter, semakin menunjukkan বহুমukanya talenta yang dimilikinya.

Pada acara penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards tahun 2023 yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 9 November 2023, Soimah berhasil meraih penghargaan untuk kategori “Artis Solo Wanita Tradisional Kontemporer Terbaik”. Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan atas dedikasinya dalam melestarikan dan mengembangkan musik tradisional Indonesia.

Sebagai seorang penyanyi terkenal yang berasal dari Jawa Tengah, Soimah tidak pernah melupakan akarnya. Ia seringkali menampilkan unsur-unsur budaya Jawa dalam setiap penampilannya, baik dari segi busana, musik, maupun bahasa yang digunakannya saat berinteraksi dengan penonton. Hal ini menjadikannya duta budaya yang efektif dalam memperkenalkan kekayaan seni Jawa Tengah kepada khalayak yang lebih luas.

Dengan talenta yang luar biasa, kepribadian yang unik, dan dedikasinya terhadap seni budaya, Soimah Pancawati terus bersinar sebagai salah satu penyanyi terkenal yang kebanggaan Jawa Tengah dan Indonesia. Kiprahnya di dunia hiburan diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan kekayaan seni dan budaya bangsa.

Polisi Situbondo Berhasil Bongkar Jaringan Pengiriman Arak Miras Ilegal Skala Besar

Polisi Situbondo Berhasil Bongkar Jaringan Pengiriman Arak Miras Ilegal Skala Besar

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Situbondo berhasil mengungkap praktik pengiriman miras ilegal dalam skala besar di wilayah hukumnya. Pengungkapan ini dilakukan setelah adanya informasi dari masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan terkait distribusi minuman beralkohol tanpa izin. Dalam operasi yang dilakukan pada hari Minggu, 4 Mei 2025 dini hari, petugas berhasil mengamankan sejumlah besar barang bukti miras ilegal dan beberapa orang yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Penggerebekan yang menyasar sebuah gudang di kawasan Kecamatan Besuki ini dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP. Agus Supariyatno, S.H. Berdasarkan pantauan petugas selama beberapa hari sebelumnya, gudang tersebut diduga kuat menjadi tempat penyimpanan dan pendistribusian miras ilegal ke berbagai wilayah di Situbondo dan sekitarnya. Saat penggerebekan, petugas mendapati ratusan botol dan jerigen berisi minuman keras berbagai jenis tanpa dilengkapi dokumen perizinan yang sah.

Kapolres Situbondo, AKBP. Taufik Hidayat, S.I.K., M.H., dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Situbondo pada pagi hari ini, Minggu, 4 Mei 2025, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus miras ilegal ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum dan pemberantasan penyakit masyarakat menjelang bulan suci Ramadan. “Kami tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, termasuk peredaran minuman keras ilegal yang dapat meresahkan masyarakat dan berpotensi menimbulkan tindak kriminalitas lainnya,” tegas AKBP. Taufik Hidayat.

Selain mengamankan ratusan liter miras ilegal, petugas juga mengamankan tiga orang yang diduga memiliki peran dalam jaringan distribusi ini. Ketiga pelaku yang berinisial A (45), B (38), dan C (52) kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Situbondo untuk mengungkap asal-usul minuman keras tersebut dan jaringan distribusinya yang lebih luas. Pihak kepolisian juga menyita beberapa unit kendaraan yang diduga digunakan untuk mengangkut miras ilegal tersebut. Para pelaku akan dijerat dengan pasal terkait produksi dan/atau distribusi minuman beralkohol tanpa izin dengan ancaman hukuman sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Keberhasilan Polres Situbondo dalam membongkar kasus ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku lain dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib di masyarakat.

Bermodal Obeng Pria Mencuri Motor Ditangkap Polisi di Jepara

Bermodal Obeng Pria Mencuri Motor Ditangkap Polisi di Jepara

Aksi nekat seorang pria mencuri motor dengan hanya bermodalkan sebuah obeng berakhir di balik jeruji besi. Pelaku berhasil diringkus oleh jajaran kepolisian Resor Jepara setelah serangkaian penyelidikan dilakukan. Penangkapan ini menjadi bukti kesigapan aparat kepolisian dalam memberantas tindak kriminalitas, khususnya kasus pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan masyarakat.

Menurut keterangan resmi dari Kepala Kepolisian Resor Jepara, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, S.I.K., M.H., dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Jepara pada hari Rabu, 7 Mei 2025, sekitar pukul 14.00 WIB, tim Resmob Satreskrim Polres Jepara berhasil mengamankan seorang pria mencuri motor berinisial S. (31 tahun), warga Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara. Tersangka ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan setelah polisi mengantongi identitas dan lokasi persembunyiannya.

Kapolres Jepara menjelaskan bahwa aksi pria mencuri motor tersebut terjadi pada hari Minggu, 4 Mei 2025, sekitar pukul 20.00 WIB di area parkir sebuah minimarket di kawasan Kecamatan Jepara Kota. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) dan keterangan saksi, pelaku terlihat seorang diri menggunakan obeng untuk merusak kunci kontak sepeda motor jenis matic milik seorang pengunjung minimarket. Setelah berhasil menghidupkan mesin, pelaku langsung melarikan diri.

Setelah menerima laporan dari korban, tim Reskrim Polres Jepara segera melakukan olah TKP dan menganalisis rekaman CCTV. Berdasarkan ciri-ciri pelaku dan sepeda motor yang terekam, polisi berhasil mengidentifikasi tersangka. Dalam penangkapan di rumah tersangka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor hasil curian dan sebuah obeng yang diduga digunakan pelaku saat melakukan aksinya.

Saat ini, pria mencuri motor tersebut sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Jepara untuk pengembangan lebih lanjut. Polisi menduga pelaku telah melakukan aksi serupa di beberapa lokasi lain di wilayah Jepara. AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan meningkatkan keamanan kendaraan bermotor mereka dengan menggunakan kunci ganda atau memasang alarm. Beliau juga mengapresiasi peran serta masyarakat yang telah memberikan informasi sehingga kasus ini dapat segera terungkap.

Penangkapan pria mencuri motor bermodal obeng ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan lainnya dan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat Jepara. Pihak kepolisian akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan guna mencegah terjadinya tindak pidana serupa di wilayah hukum Polres Jepara.

Insiden Rem Blong Sebabkan Bus Rombongan Pelajar SD Terguling di Jepara, Sejumlah Penumpang Alami Luka-Luka

Insiden Rem Blong Sebabkan Bus Rombongan Pelajar SD Terguling di Jepara, Sejumlah Penumpang Alami Luka-Luka

Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Jepara setelah sebuah insiden rem blong mengakibatkan bus yang mengangkut rombongan pelajar Sekolah Dasar (SD) mengalami kecelakaan dan terguling. Peristiwa rem blong yang terjadi pada Kamis pagi ini menyebabkan sejumlah siswa dan guru pendamping mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Pihak kepolisian setempat kini tengah melakukan investigasi mendalam terkait insiden yang membahayakan nyawa para pelajar tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian dan saksi mata di lokasi kejadian, insiden rem blong terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di Jalan Raya Jepara-Kudus, tepatnya di Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara. Bus pariwisata dengan nomor polisi K 7890 AB tersebut membawa rombongan siswa kelas IV SD Negeri 02 Bangsri beserta beberapa guru pendamping yang hendak melakukan kegiatan study tour ke sebuah tempat wisata edukatif di Kudus.

Kronologi kejadian bermula ketika bus yang melaju dari arah Jepara menuju Kudus diduga mengalami masalah pada sistem pengereman saat melintasi jalan menurun. Sopir bus, yang diidentifikasi bernama Supriyanto (45 tahun), diduga telah berupaya keras untuk mengendalikan laju kendaraan, namun insiden rem blong membuat bus oleng dan akhirnya terguling ke sisi jalan.

Akibat insiden rem blong tersebut, suasana panik dan histeris langsung pecah di dalam bus. Sejumlah siswa mengalami luka ringan hingga berat, seperti lecet, memar, patah tulang, dan benturan di kepala. Beberapa guru pendamping juga dilaporkan mengalami luka-luka. Warga sekitar yang mendengar suara benturan keras segera berdatangan ke lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan pertama dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan petugas kesehatan.

Kapolres Jepara, AKBP Wahyu Nugroho SIK, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian pada Kamis siang, 2 Mei 2025, membenarkan adanya insiden rem blong yang menyebabkan kecelakaan bus rombongan pelajar SD tersebut. “Kami telah melakukan olah TKP dan saat ini fokus utama kami adalah penanganan para korban yang mengalami luka-luka. Sebanyak 25 orang, terdiri dari 20 siswa dan 5 guru pendamping, dilarikan ke Rumah Sakit Kartini Jepara dan beberapa klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis,” jelas AKBP Wahyu Nugroho.

Lebih lanjut, Kapolres Jepara menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait penyebab pasti insiden rem blong ini. “Kami akan memeriksa kondisi fisik bus, termasuk riwayat perawatan kendaraan, serta meminta keterangan dari sopir, saksi mata, dan pihak-pihak terkait lainnya. Jika ditemukan adanya kelalaian yang menyebabkan kecelakaan ini, kami akan menindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Jepara juga telah memberikan pernyataan terkait kejadian tragis ini. Kepala Dinas Pendidikan, Bapak Agus Santoso, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden rem blong yang menimpa rombongan pelajar SD tersebut dan memastikan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa dan guru yang menjadi korban. Kegiatan study tour seluruh sekolah di Kabupaten Jepara untuk sementara waktu juga akan dievaluasi kembali demi keselamatan para siswa. Masyarakat Jepara pun turut berduka atas kejadian ini dan berharap para korban segera pulih.

Tragis! 2 Bulan Menghilang, Wanita Wonogiri Ternyata Dibunuh dan Dicor di Rumah Teman Dekat

Tragis! 2 Bulan Menghilang, Wanita Wonogiri Ternyata Dibunuh dan Dicor di Rumah Teman Dekat

Kabar duka dan menghebohkan datang dari Wonogiri, Jawa Tengah. Seorang wanita muda bernama Serlina (22) yang dilaporkan hilang sejak awal Maret lalu ternyata menjadi korban pembunuhan keji oleh teman dekatnya sendiri. Lebih tragis lagi, jasad Serlina ditemukan dalam kondisi dicor di lantai salah satu ruangan di rumah pelaku, Suyanto (49), yang berlokasi di Desa Tegalrejo, Purwantoro, Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan orang hilang yang diterima pada 3 Maret 2024. Setelah serangkaian penyelidikan intensif, polisi berhasil mengidentifikasi seorang saksi kunci yang mengarah langsung kepada pelaku. “Setelah dilakukan penyelidikan, mengerucut kepada satu orang saksi dan kemudian mengarah kepada pelaku,” tegas AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah dalam konferensi pers pada Kamis (2/5/2024).

Pelaku, Suyanto, yang ternyata memiliki hubungan dekat dengan korban, mengakui perbuatannya. Ia tega menghabisi nyawa Serlina dan kemudian berupaya menghilangkan jejak dengan mengecor jasad korban di lantai rumahnya. Tindakan keji ini diduga dilakukan pada awal Maret 2024, tak lama setelah Serlina dinyatakan hilang oleh keluarganya yang cemas.

Motif di balik pembunuhan tragis ini diduga kuat dilatarbelakangi oleh persoalan asmara. Rasa sakit hati dan cemburu lantaran korban menjalin hubungan dengan pria lain disinyalir menjadi pemicu emosi pelaku hingga berujung pada tindakan brutal yang merenggut nyawa korban.

Penemuan jasad Serlina dalam kondisi dicor sontak menggemparkan warga Wonogiri dan menimbulkan duka mendalam bagi keluarga serta orang-orang terdekat korban. Masyarakat выражают rasa terkejut dan mengutuk keras perbuatan pelaku yang dinilai sangat tidak manusiawi.

Kini, pelaku Suyanto telah berhasil diringkus dan diamankan di Mapolres Wonogiri untuk menjalani proses hukum sesuai dengan perbuatannya. Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman lebih lanjut guna mengungkap seluruh detail dan fakta terkait kasus pembunuhan yang menggemparkan ini. Kasus ini menjadi pelajaran pahit tentang potensi bahaya dalam hubungan interpersonal dan pentingnya mengedepankan penyelesaian masalah secara damai dan beradab. Polres Wonogiri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Usaha Keras Damkar Klaten Lakukan Evakuasi Kucing Tercebur Sumur Sedalam 10 Meter

Usaha Keras Damkar Klaten Lakukan Evakuasi Kucing Tercebur Sumur Sedalam 10 Meter

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Klaten menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya, bahkan untuk menyelamatkan seekor kucing yang malang. Pada Rabu siang, 30 April 2025, sekitar pukul 11.00 WIB, tim Damkar Klaten menerima laporan mengenai seekor kucing yang evakuasi kucing tercebur ke dalam sumur milik warga di Dukuh Mijen, Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah. Sumur tersebut diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 10 meter.

Mendapat laporan tersebut, regu penyelamat Damkar Klaten yang dipimpin oleh Komandan Regu, Bapak Slamet, segera bergerak menuju lokasi. Sesampainya di lokasi, petugas dengan sigap melakukan persiapan untuk proses evakuasi kucing tercebur. Kondisi sumur yang sempit dan dalam menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Dengan menggunakan peralatan khusus seperti tali, tangga lipat, dan alat penjepit, satu orang petugas Damkar berhati-hati turun ke dalam sumur.

Menurut keterangan Bapak Slamet di lokasi kejadian, proses evakuasi kucing tercebur ini membutuhkan waktu sekitar satu jam. “Kami harus sangat hati-hati agar tidak melukai kucing tersebut dan juga menjaga keselamatan petugas yang turun ke dalam sumur,” ujarnya. Suara meongan lemah dari dalam sumur menjadi panduan bagi petugas dalam melakukan evakuasi kucing tercebur ini. Setelah bersabar dan penuh kehati-hatian, petugas akhirnya berhasil menjepit dan mengangkat kucing berwarna oranye tersebut ke atas.

Kucing yang terlihat lemas dan ketakutan itu langsung diserahkan kepada pemiliknya, Ibu Rini, yang tampak sangat lega dan berterima kasih kepada tim Damkar Klaten. Ibu Rini menduga kucing peliharaannya itu tidak sengaja terjatuh ke dalam sumur saat sedang bermain di sekitar pekarangan rumahnya. “Saya sangat panik saat tahu kucing saya tercebur. Terima kasih banyak kepada Bapak-bapak Damkar yang sudah bersedia membantu,” ucap Ibu Rini dengan mata berkaca-kaca.

Keberhasilan evakuasi kucing tercebur ini menjadi bukti bahwa tugas Damkar tidak hanya sebatas memadamkan api, tetapi juga meliputi penyelamatan berbagai jenis makhluk hidup yang membutuhkan pertolongan. Aksi heroik petugas Damkar Klaten ini mendapat apresiasi dari warga sekitar yang menyaksikan langsung proses penyelamatan tersebut. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Klaten, Bapak Arif Budiyono, mengimbau kepada masyarakat untuk segera menghubungi pihak Damkar apabila menemukan kejadian serupa atau kondisi darurat lainnya. Beliau juga mengingatkan pentingnya menutup sumur yang tidak terpakai untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Tertangkap Curi Kerbau, Pria Lombok Tengah Salahkan Teman

Tertangkap Curi Kerbau, Pria Lombok Tengah Salahkan Teman

Seorang pria asal Lombok Tengah harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah tertangkap oleh warga karena diduga melakukan pencurian kerbau. Dalam pemeriksaan awal, pria tersebut justru salahkan teman atas perbuatan yang membuatnya kini mendekam di balik jeruji besi. Kasus pencurian kerbau ini sontak menjadi perhatian masyarakat setempat, terlebih dengan pengakuan pelaku yang terkesan mencoba melepaskan tanggung jawab atas tindakan melawan hukum tersebut. Artikel ini akan mengulas lebih lanjut mengenai penangkapan dan pembelaan pria Lombok Tengah yang tertangkap curi kerbau dan salahkan teman, serta bagaimana pihak kepolisian akan menindaklanjuti pengakuan tersebut.

Pria berinisial M tersebut tertangkap oleh warga Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, setelah diduga kuat melakukan pencurian tiga ekor kerbau milik seorang warga setempat. Aksi pencurian ini terjadi pada dini hari, memanfaatkan kelengahan pemilik dan berhasil digagalkan berkat kesigapan warga yang melakukan ronda malam dan penjagaan ketat di wilayah tersebut. Saat diamankan, terduga pelaku sempat menjadi bulan-bulanan massa yang geram atas perbuatannya sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Namun, dalam keterangannya kepada polisi saat menjalani pemeriksaan intensif, M mengejutkan banyak pihak dengan salahkan teman berinisial A sebagai pihak yang disebutnya mengajak dan merencanakan perbuatan tersebut. M mengaku bahwa ia hanya diajak oleh A untuk “mengamankan” kerbau tersebut dari dugaan penelantaran dan tidak menyadari sepenuhnya bahwa hal itu adalah tindakan pencurian yang melanggar hukum. Ia bahkan merasa dirinya dimanfaatkan dan dijebak oleh temannya tersebut untuk melakukan tindak pidana ini.

Pengakuan M yang salahkan teman ini tentu akan menjadi fokus utama penyelidikan pihak kepolisian. Wakapolres Lombok Tengah Kompol Imam Maladi menyatakan bahwa pihaknya akan mendalami secara seksama keterangan pelaku dan segera melakukan pengejaran terhadap teman yang disebut terlibat dalam kasus pencurian kerbau ini untuk dimintai keterangan. Polisi tidak akan begitu saja percaya dengan alibi pelaku dan akan melakukan pengembangan kasus secara komprehensif untuk mengungkap fakta sebenarnya dan memastikan keadilan ditegakkan.

Operasi Penertiban, Sekelompok Anak Jalanan Diamankan Satpol PP di Jawa Tengah

Operasi Penertiban, Sekelompok Anak Jalanan Diamankan Satpol PP di Jawa Tengah

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar operasi penertiban dan berhasil mengamankan sekelompok anak jalanan diamankan di beberapa titik keramaian di Kota Semarang pada Selasa malam, 29 April 2025, sekitar pukul 21.00 WIB. Operasi ini dilakukan sebagai respons terhadap laporan masyarakat terkait keberadaan anak jalanan diamankan yang dinilai mengganggu ketertiban umum dan berpotensi menimbulkan masalah sosial.

Dalam operasi yang melibatkan puluhan personel Satpol PP tersebut, petugas menyisir beberapa lokasi yang sering menjadi tempat berkumpulnya anak jalanan diamankan, seperti di sekitar lampu merah Simpang Lima, kawasan Tugu Muda, dan area Pasar Johar. Hasilnya, sebanyak 12 orang anak jalanan dengan rentang usia antara 8 hingga 16 tahun berhasil diamankan. Saat diamankan, sebagian dari mereka kedapatan sedang meminta-minta dan melakukan aktivitas lain di ruang publik.

Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Hadi Prabowo, dalam keterangan pers pada Rabu pagi (30/04/2025) menjelaskan bahwa operasi penertiban anak jalanan diamankan ini merupakan kegiatan rutin yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib bagi masyarakat. “Kami melakukan penertiban ini bukan untuk menindak, melainkan untuk melindungi anak-anak tersebut dari berbagai risiko di jalanan, seperti eksploitasi, kekerasan, dan masalah kesehatan,” ujar Hadi Prabowo.

Lebih lanjut, Hadi Prabowo menambahkan bahwa setelah diamankan, anak jalanan diamankan tersebut dibawa ke kantor Satpol PP Provinsi Jawa Tengah untuk pendataan dan pemeriksaan kesehatan. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah serta pihak keluarga anak-anak tersebut untuk proses pembinaan dan pemulangan. Bagi anak-anak yang tidak memiliki keluarga atau berasal dari keluarga tidak mampu, akan diserahkan ke panti sosial untuk mendapatkan pendidikan dan perawatan yang layak.

Operasi penertiban anak jalanan diamankan ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mengurangi keberadaan anak jalanan di ruang publik. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk terus melakukan upaya-upaya preventif dan represif guna mengatasi permasalahan anak jalanan secara komprehensif, termasuk memberikan bantuan sosial dan program pemberdayaan bagi keluarga rentan agar anak-anak mereka tidak terpaksa turun ke jalan.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa